DaerahPadang

Rumah dan Jalan di Balai Gadang Terancam Amblas ke Sungai Lubuk Minturun

×

Rumah dan Jalan di Balai Gadang Terancam Amblas ke Sungai Lubuk Minturun

Sebarkan artikel ini
Sebuah rumah di Kelok Asmara Kelurahan Balai Gadang, Kec.Koto Tangah Kota Padang hampir amblas ke sungai Lubuk Minturun. Foto diambil pada Minggu 4 Januari 2026. (foto: rin)

PADANG – Dua unit rumah dan jalan di Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang, terancam amblas ke sungai Lubuk Minturun. Satu unit rumah yang berlokasi di Koto Tuo dekat jembatan bypass bahkan sudah ditinggal penghuninya karena sebagian pondasi sudah jatuh ke sungai.

Sementara, satu rumah lainnya yang berlokasi di Kelok Asmara, masih di kawasan yang sama, masih ditinggal penghuninya di bagian belakang. Sedangkan pondasi bagian depan rumahnya terlihat sudah semakin berlubang digerus air sungai. Jika hujan lebat masih terjadi dan banjir terus menghantam, bisa saja keseluruhan rumah amblas ke sungai. Padahal, sebelum kejadian banjir bandang akhir November 2025 lalu, jarak rumah tersebut ke sungai mencapai 20 meter lebih. Namun, sekarang teras, kebun di pekarangan rumah, jalan raya dan dam penahan sungai, semuanya sudah hilang tak berbekas.

Baca Juga  Pemko Padang akan Tetapkan DAS Batang Air Dingin dan Kuranji sebagai Zona Merah

Pantauan dari erapos.id, selain dua rumah tersebut, jalan raya lingkar dari Balai Gadang ke by pass sekaligus menjadi jalan pintas ke Koto Pulai, saat ini tak bisa dilewati kendaraan sama sekali semenjak Jumat (2/1/2026). Hujan lebat yang terjadi pada Jumat itu membuat jalan yang sebelumnya masih bisa digunakan, ikut terban sebagian ke sungai.

“Selama masih belum dilakukan normalisasi dan dibangun dam penahan, maka jalan dan rumah di pinggir sungai akan terus tergerus. Karena kan, sedimen sudah semakin tinggi, sehingga hujan sedikit saja, tinggi air makin tinggi,” kata El, seorang warga Balai Gadang.

Baca Juga  Wali Kota Padang Ingin Relokasi Warga yang Tinggal di DAS

Sementara, seorang warga lainnya,  Yurni (69), mengaku tidak mau terlalu memusingkan keadaan. Rumah kayu tempat usahanya membuat lontong berada pas di pinggir sungai yang hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Sedangkan rumah tempat tinggalnya berada di seberangnya, dibatasi jalan raya.

“Sebenarnya kalau air sungai yang besar, hampir tiap tahun terjadi. Tapi, yang sampai banyak rusak, baru sekarang terjadi,” katanya. (mr)