Nasional

23 Prajurit Marinir Jadi Korban Longsor Saat Jalani Latihan di Cisarua

×

23 Prajurit Marinir Jadi Korban Longsor Saat Jalani Latihan di Cisarua

Sebarkan artikel ini
Longsor Cisarua. (foto: BNPB)

JAKARTA – Sebanyak 23 prajurit Jalasena Korps Marinir tertimpa musibah tanah longsor saat melaksanakan Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Sabtu (24/1/2026) dini hari WIB.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul. Menurutnya, peristiwa itu terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang menyebabkan terjadinya longsor di lokasi latihan.

Hingga saat ini, 19 prajurit marinir masih belum ditemukan. Sedangkan empat prajurit telah ditemukan meninggal dunia.

“TNI AL bersama unsur-unsur terkait, hingga saat ini terus berupaya mengevakuasi seluruh korban. TNI AL menerjunkan sebanyak 200 personel Marinir untuk mencari korban, dibantuk penggunaan teknologi drone, thermal, dan anjing pelacak,” katanya dikutip dari republika, Rabu (28/1).

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali membenarkan, puluhan personel Marinir TNI AL menjadi korban longsor. Saat insiden terjadi, mereka sedang menjalani latihan di wilayah Cisarua.

Ia juga membenarkan, mereka yang menjadi korban adalah prajurit Batalyon Infanteri 9 Marinir/Beruang Hitam. Prajurit Marinir itu sedang menjalani latihan untuk Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Papua Nugini.

“Mereka ditugaskan sebagai pengamanan perbatasan di wilayah RI-Papua Nugini. Memang dilakukan latihan di sana,” kata Ali.

Alat berat belum bisa masuk karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil. Namun, petugas terus melaksanakan pencarian dengan teknologi, dengan drone, dan juga menggunakan thermal, serta anjing pelacak. (*)